Thursday, November 29, 2012

Fun Day Play Group : Wet Day

TKIT Darul Abidin - Depok

Hari ini, teman-teman kecil di Play Group mengadakan kegiatan Fun Day dengan tema Wet Day. Di Fun Day kali ini, teman-teman kecil bermain dengan air ! Wah, senangnya! Ada kegiatan mencari ikan di kolam, lomba memenuhi ember dengan air warna-warni dan bermain tembak-tembakan air untuk mengusir bajak laut. Subhanallah, hari ini semuanya bergembira dengan air.

Monday, October 22, 2012

Special Week Little Darbi

15-19 October 2012 - TKIT Darul Abidin
Salam pembaca budiman, Satu Pekan kemarin; hajatan besar telah dilaksanakan oleh Playgroup dan TKIT Darul Abidin dalam kegiatan "Special Week Little Darbi" dengan tema "I am an Indonesian". Acara yang ditujukan untuk mengenalkan lebih jauh siswa-siswi tentang berbeda-bedanya ragam kebudayaan, pakaian adat, senjata daerah, pulau, dan lagu daerah setiap wilayah di negara asia tenggara dengan memunculkan keragaman dan persatuan dalam negara- negara bersahabat yakni ASEAN.

Wednesday, August 01, 2012

Parents Teacher Association (PTA Darul Abidin)

TKIT Darul Abidin - Depok

PTA (Parents Teacher Associaton) TKIT Darul Abidin sangat penting kehadirannya  dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang di laksanakan oleh TKIT Darul Abidin khususnya, Beberapa diantaranya adalah :
- Manasik Haji 
- Family Gathering
- Tabligh Akbar Bersama Uje, Teh Ninih, Irene Handono, Opick, Ust. WIjayanto, dll
- Bakti Sosial, dan agenda besar tahunan TKIT Darul Abidin lainnya. 
 

Monday, June 18, 2012

WISUDA TKIT DARUL ABIDIN (DARBI)

TK sekolah Islam Terpadu Darul Abidin pada hari Sabtu, tanggal 16 Juni 2012 melaksanakan kegiatan Good Luck Day (Wisuda TK Darbi) sekitar 70 siswa-siswi Taman kanak-kanak Islam Terpadu Darbi di Aula Sekolah Islam Terpadu Darul Abidin. Dengan suasana syukur dan haru, serta senyum mengembang dari siswa-siswi, guru-guru, dan orang tua wali murid Darbi.

Wednesday, February 08, 2012

Jamu-Jamu

Jamu....jamu..... Jamune nduk...
Ananda TK A antusias berkenalan dengan mbak Jamu sambil mendengarkan bagaimana cara membuat jamu. Setelah mendengarkan manfaat olahan jamunya, ananda mengantri untuk membeli jamu.

Ternyata semua suka minum jamu... ada beras kencur, kunyit asam, pahitan (daun sambiloto), antibiotik (daun sirih rebus) dll....

Insya Allah wawasan ananda tentang aneka tanaman obat yang melimpah di negerik kita dan manfaatnya semakin bertambah.

Terima kasih atas kunjungannya mba Jamu.

Thursday, November 10, 2011

SIT Darul Abidin sembelih ekor kambing

Senin, 7 November 2011 di SIT Darul Abidin Depok diadakan pemotongan dan penyaluran hewan qurban. Jumlah hewan qurban yang dipotong berjumlah 37 ekor kambing dan 8 ekor sapi. Semua itu merupakan hasil dari gerakan Ayo Qurban dari SIT Darul Abidin, atas partisipasi siswa, guru, dan orang tua siswa SIT Darul Abidin, ada juga pengumpulan iuran qurban para siswa TKIT Darul Abidin dan guru-guru SMPIT Darul Abidin. Satu sapi hasil iuran siswa dan tujuh yang lain dari guru dan wali murid. Untuk kambing, masing-masing hasil dari Qurban orang tua siswa yang mempercayakan kepada SIT Darul Abidin untuk menyelenggarakan pemotongan dan penyaluran hewan qurban.


Pemotongan hewan kurban dimulai pukul 07.30 WIB, dilakukan oleh para guru dibantu oleh siswa-siswi kelas 9 SMPIT Darul Abidin dan alhamdulillah telah selesai seluruhnya pada pukul 10.30 WIB. Sedangkan untuk pengulitan, pencucian jeroan, juga penimbangan daging qurban selesai pada pukul 13.30 WIB, serta penyaluran dan pendistribusian dilakukan pukul 13.40 WIB sampai pukul 15.30 WIB. Selain tukang jagal profesional yang memotong hewan qurban itu, para siswa, karyawan, guru, dan orang tua juga turut membantu mencacah daging qurban hingga sampai tahap pembungkusan.


Pembagian paket hewan qurban sekitar 1200 paket kepada warga/masyarakat sekitar SIT Darul abidin, dibagikan melalui SIT Darul Abidin dibantu keamanannya oleh security sekolah dan kepolisian setempat. Alhamdulillah, pelaksanaan penyaluran daging qurban berjalan dengan aman, tertib, dan lancar...


Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh siswa-siswi, pimpinan yayasan, bapak/ibu guru, karyawan, dan orang tua wali murid yang telah mempercayakan penyembelihan dan pendistribusian hewan dan daging qurban di SIT Darul Abidin. Semoga seluruh amal ibadah kita, baik haji, takbir, sholat ID, dan ibadah qurban kita diterima Allah SWT. "Taqabalallahu minna wa minka" (Al Hadits). mr

Monday, October 03, 2011

Peran Orang Tua sebagai Guru Pertama dalam Pendidikan Anak

Jakarta -- Tony Buzan hadir menjadi pembicara Seminar “How Smart Parents Make Smart Kids”.
Seminar tersebut diselenggarakan Yayasan Pendidikan Qolbun Salim, Buzan Indonesia dan Kementerian Pendidikan Nasional. Acara yang bertempat di Auditorium Kemdiknas tersebut, dihadiri banyak pengamat pendidikan dan dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Minggu (25/09).

Tony ,seorang pendidik dan penemu metode berpikir dengan menggunakan skema mind mapping yang tersohor tersebut, yang tahun ini dinominasikan untuk meraih nobel karena jasanya dalam mengembangkan pendidikan global dan kemanusiaan ini menyampaikan, setiap orang tua adalah guru pertama dan terpenting yang ditemui oleh setiap anak ketika lahir di dunia. Peran orang tua tersebut tentu tidaklah mudah, karena mereka haruslah mampu melihat dan kemudian memfasilitasi segala bakat yang dimiliki seorang anak.

Hal senada diungkapkan Fasli. Dia menilai, keluarga merupakan gerbang pertama tempat bakat seorang anak harus ditemukan dan difasilitasi. “Kita memiliki 53 Juta keluarga, bayangkan apabila 53 juta keluarga ini memiliki satu anggotanya saja, baik ayah, ibu, kakak atau adik yang mengerti dengan apa yang disampaikan Tony ini, maka anak Indonesia akan menjadi generasi memiliki daya saing “ sahut Fasli.

Peranan yang sama pun diemban oleh guru. Fasli mengungkapkan bahwasanya hingga saat ini tercatat tidak kurang dari 240 ribu guru TK, lebih dari 200 ribu guru PAUD nonformal dan termasuk 1,5 Juta guru SD yang memiliki tanggung jawab besar menemukan bakat, dan minat peserta didiknya di sekolah.

Fasli menjelaskan, tugas para pendidik ini adalah dapat memastikan, bahwa apa saja yang peserta didik dapat di rumah, para pendidik dapat terus memastikan untuk memberikan peluang, kesempatan dan kasih sayang terhadap segala bakat yang dimiliki oleh para peserta didik. “Bila ini terjadi, setiap kali kita melakukan kontak dengan mereka, kita akan menemukan harapan dan rasa percaya diri bahwa peserta didik inilah yang akan membangun bangsanya kelak.”

Adapun Tony mendefinisikan arti dari sebuah profesi guru sebagai, “seorang pribadi yang bertanggung jawab dalam menggali, menemukan dan memfasilitasi bakat sang anak.“
Tony pun kemudian menyadarkan para peserta tentang begitu beragamnya kecerdasan anak. Segala kecerdasan yang dimiliki sang anak tentu berbeda-beda dan tidak pernah sama. Tidak pernah ada kecerdasan yang dinilai mutlak. Tony pun kemudian mempertanyakan arti dari pemberian label cerdas pada seorang anak. “Apakah arti cerdas itu sendiri?” kata pria yang tercatat dua kali menjadi editor MENSA, sebuah perkumpulan untuk individu yang memiliki IQ (intelegensia quotient) tertinggi di dunia.

Kemudian,Tony pun menyoroti banyaknya guru yang melakukan penghakiman atau pelabelan pada muridnya. Menurut pria yang tercatat memiliki creativity quotient (CQ), tidak ada seorang pun yang berhak melakukan segala pelabelan tersebut, “Siapa yang memiliki hak untuk menyatakan bahwa anda tidaklah cerdas dan anda cerdas, dan siapa yang juga berhak mengatakan bahwa anak tidak berbakat menjadi seorang ilmuwan dan teman Anda memiliki bakat tersebut?. Jawaban saya adalah tidak ada seorang pun yang berhak melakukan itu kepada Anda. Riset saya bertahun-tahun, mengonfirmasi bahwa semua anak jenius. Mereka hanya menunggu untuk kita menemukan kejeniusan mereka, dan ini adalah tanggung jawab dari seorang guru dan orang tua. Tugas keduanya adalah pekerjaan paling penting di dunia,” katanya memaparkan.

Fasli mengakui tidak sedikit para pendidik bahkan orang tua yang sering memberikan pengklasifikasian kepada peserta didik atau anak mereka. “Ini sebetulnya persoalan yang sangat mendasar, jelas sekali betapa kita dapat dengan mudah dan cepat mengklasifikasikan anak-anak kita, ini anak nakal dan itu anak malas, siapa yang berhak menentukan itu semua?” (yogi)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/kemdiknas/berita/65
 

Copyright © Sekolah TKIT & PGIT Darul Abidin. Template created by Volverene from Templates Block
lasik surgery new york and cpa website solutions
WP theme by WP Themes Expert